Minggu, 15 September 2013

Ulysses Moore

Diposting oleh Asis Aviskiesa di 07.38
Hey guys! 
Entah kenapa ya, akhir-akhir ini aku suka ke perpustakaan. Yaa.. biasanya sih minjem novel gitu. Emang sih buku di perpustakaan (sekolah) itu udah buku lama banget. Terus juga gaada novel baru. Novel Refrain yang udah rada lama terbit aja tetep belum ada di Perpus. Atau jangan-jangaann.. Murid disekolahku pada pelit semuuaaa-__- Haha ngga mungkin lah yaa.. Oke, kembali ke topik.
2 minggu yang lalu, di hari senin, saat pelajaran bahasa indonesia, guru belum dateng juga. Karna bosen saya ajak beberapa temen dikelas buat ke perpus buat ngembaliin buku yang udah seminggu aku pinjem. Pas didalem perpus, aku punya niatan buat minjem buku lagi. Aku cari-cari-cari dan cari buku yang menurutku bagus. Ya biasalah, anak muda ngeliat dari sisi cover buku. Setelah cukup lama nyari, udah ada 2 buku yang aku bawa. Satunya novel tentang salah satu perjuangan pas Indonesia dijajah, dan satu lagi komik. Aku kurang suka anime, jadi aku ngambil komik Indonesia yang berunsur komedi gitu. Ngerasa ngga cukup, aku cari-cari lagi. Akhirnya, Allah mempertemukan aku pada buku bersampul rapi, bagus, dan masih utuh halamannya. Mungkin buku ini adalah jodohku #eaaa



 Dan yang saya suka dari buku ini adalah halaman pertama dan halaman terakhir yang berisi gambar-gambar gitu. Keren banget!

Halaman pertama. Ituu ada cap stempel perpus-_-

Halaman terakhir
 Saya selalu nyempetin diri buat baca buku ini biar rasa penasaran saya terselesaikan. Tapi ternyata, buku dengan 233 halaman ini belum selesai. 


Kelima gambar (keatas) ini saya foto sendiri, menggunakan kamera digital. Maaf kalo revolusi(?) kamera jelek-_-
Dari salah satu blog yang saya temui, ternyata buku Ulysses Moore punya 12 seri. Yaitu:


#1 Pintu Waktu
#2 Peta Yang Hilang
#3 Rumah Cermin
#4 Pulau Topeng
#5 Penjaga Batu
#6 Kunci Pertama
#7 Kota Tersembunyi
#8 Master Petir
#9 Labirin Bayangan
#10 Tanah Es
#11 Taman Abu
#12 Wisatawan Khayalan (Terakhir)

Dan saya baru baca yang pertama! Itu aja udah pegel banget. Otak juga udah jungkir balik gara-gara mikirin misteri ini. Bahkan saya udah suudzon kalo Nestor itu Ulysses Moore. Ya ngga masuk akal sih, tapi ya otak saya berfikir begitu._.

Buku Ulysses Moore ini ceritain tentang 3 orang anak Jason, Julia, dan Rick. Jason & Julia Covenant adalah sepasang anak kembar, Rick Banner adalah teman sekolah mereka. Keluarga Covenant pindah ke sebuah rumah di kota Kilmore Cove, bernama Argo Manor. Dan pengurus rumah itu yang bernama Nestor. Jason, Julia, dan Rick mengungkap misteri Argo Manor, bahkan (mungkin) misteri Kilmore Cove. Pertualangan ini penuh misteri (pastinya), teka-teki, dan hal-hal yang tak terduga.


Di Indonesia buku Ulysses Moore udah ada 5 seri yang terbit. Dari akun Twitter Ulysses Moore (versi Indonesia, penerbit: Erlangga) Katanya, belum ada kepastian kapan terbitnya seri ke 6 dari buku ini.

Oke, langsung aja ke sinopsis dari Ulysses Moore.

#1 Pintu Waktu


Jason dan Julia, sepasang anak kembar berumur 11 tahun, baru saja pindah dari London ke sebuah rumah besar yang ada di pesisir Inggris. Rumah baru mereka dipenuhi dengan terowongan-terowongan yang simpang siur dan perabotan-perabotan aneh dari segala penjuru dunia. Semuanya itu membuat mereka tidak sabar untuk segera menjelajahinya dan mengetahui semua rahasianya. Tak lama berada di rumah itu, Jason, Julia, dan teman mereka Rick, menemukan sebuah pintu misterius di balik sebuah lemari tua. Tapi, tidak ada satu pun kunci di rumah itu yang bisa membukanya. Ada apakah sebenarnya di balik pintu tersebut? Dan kenapa sepertinya ada orang lain yang sudah berusaha untuk membukanya tapi tak berhasil? Jason, Julia, dan Rick bertekad untuk memecahkan misteri ini, apa pun risikonya...


Oke, sekian penjelasan saya tentang buku ini. Ya, artikel kali ini emang Review Buku Ulysses Moore. Gimana? udah penasaran sama buku ini? cus ke toko buku terdekat, dan baca ya! (kalo masih ada seri yang awal-awalnya)

Bye~!



0 komentar:

Posting Komentar

 

~ OASIS ~ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea